Warga Mempersilahkan Seorang Wanita Untuk Menerobos Antrian Isi Tabung Oksigen, Ternyata Ini Alasannya


 Warga Mempersilahkan Seorang Wanita Untuk Menerobos Antrian Isi Tabung Oksigen, Ternyata Ini Alasannya


Warga mengantri untuk isi ulang tabung gas oksigen di Medical Oxygen di Jalan Minangkabau Timur, Jakarta Selatan, Kamis (1/7/2021). Pedagang mengaku, permintaan isi ulang tabung gas oksigen meningkat setelah lonjakan kasus positif Covid-19.


Ini adalah gambaran keadaan ibu kota saat ini. Kasus Covid-19 terus melonjak, angka kematian tinggi, rumah sakit ambruk, dan kebutuhan isi ulang oksigen terus meningkat.


Lonjakan permintaan oksigen isi ulang membuat oksigen isi ulang semakin langka. Warga juga harus mengantre untuk mengisi tabung gas.


Salah satu contohnya adalah antrian di depo pengisian oksigen di CV Rintis Usaha Bersama di Jalan Minangkabau, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (4/7/2021).


Antrean tampak sepi pada pukul 12.12 WIB. Tidak lama kemudian, ketika penjual memasang papan informasi bertuliskan "Buka pukul 14.00", orang-orang mulai berdatangan.


Suasana semakin ramai pada pukul 13:26 WIB. Bahkan antrean membentang hingga belasan meter.


Meski begitu, warga tetap bersimpati saat melihat perempuan menangis sambil membawa tabung oksigen. Wanita bernama Nurdini yang berbaju hitam itu menangis karena melihat antrean panjang warga.


Sementara itu, ia harus mengisi tabung oksigen dengan cepat karena ayahnya mengalami sesak napas.


"Ayah saya sudah sakit parah, dia sesak napas, dia hanya merasa sesak napas. Kemarin tidak apa-apa. Saya pikir saya tidak mengantre, saya tahu saya sedang mengantre, makanya saya kaget," kata Nurdini. sambil menangis.


Mengetahui kondisi ayah Nurdini yang membutuhkan tabung oksigen lebih banyak, warga mengajak Nurdini untuk mengisi tabung oksigen terlebih dahulu.


"Saya sudah mencari isi ulang oksigen sejak pagi, saya sudah mencari ke mana-mana, tetapi tidak ada," kata Nurdini.


Usai mengisi tabung oksigen, Nurdini mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah mengizinkannya untuk mengantre. Ia langsung bergegas kembali ke rumahnya di kawasan Pisangan, Jakarta Timur.


"Saya sudah mencari isi ulang oksigen sejak pagi, saya sudah mencari ke mana-mana, tetapi hilang," katanya, masih berlinang air mata.

Related Posts

Posting Komentar